Pesantren-Putra “Al-Ma’hadul Islami” berada di desa Gunung Sari (Kenep) tepatnya antara Bangil-Pandaan (+40 km) dari kota Surabaya. Sebuah desa yang bebas dari kebisingan dan hiruk pikuk ini, mudah dijangkau baik dari arah kota Pandaan maupun kota Bangil. Pesantren Putra dengan tempat yang asri ini bisa menampung kurang lebih empat ratus lebih santri, sangat ideal bagi pencinta ilmu pengetahuan, karena disamping letaknya sangat strategis juga ASRI sehingga para santri tidak merasa jemu ketika mereka belajar dan menempuh studinya. Pesantren Putra “Al-Ma’hadul Islami” membawahi beberapa lembaga pendidikan; SLTP Plus, SMU Plus, Takhasus, dan Hauzah.
Program Al-Qur'an
Perhatian dan kajian-kajian terhadap Al-Qur'an merupakan salah satu bentuk prioritas yang menonjol dalam pelajaran di Pesantren Al-Ma’hadul Islam”, hal ini berangkat dari peran Al-Qur'an dalam memberikan kontribusi yang sangat terhadap Islam dan konsep-konsep dasarnya. Atas dasar ini program Al-Qur'an, baik yang berupa pembacaan secara tartil maupun hafalan, mendapat perhatian tersediri dari pihak pengurus Pesantren. Hal ini diwujudkan dengan mengadakan beberapa langkah:
-
Membentuk kelompok kajian dan hafalan Al-Qur'an.
-
Mewajibkan kepada seluruh siswa untuk menghafal beberapa juz dari Al-Qur'an, disamping program pelajaran Al-Qur'an di Pesantren.
-
Menggunakan beragam cara guna memberikan memotivasi terhadap para siswa dalam merealisasikan program ini.
a. Pembentukan Kelompok.
Selain adanya beberapa jam pelajaran Al-Qur'an yang cukup di kelas, Pesantren “Al-Ma’hadul Islami” memberikan pelajaran tambahan untuk studi Al Qur'an di luar jam pelajaran dengan membuka kelompok dari kalangan santri guna bersama-sama membaca dan mempeeelajari Al-Qur'an sesuai dengan tajwid nya dibawah bimbingan santri senior dan guru yang sudah hafal (Hafidz).
Kegiatan kelompok ini dilakukan pada waktu-waktu tertentu:
Setelah solat subuh .
Para siswa berkumpul didalam masjid dengan kelompoknya masing-masing selama tiga puluh menit, kemudian setiap sepuluh siswa dibimbing oleh seorang guru.
Menjelang Sholat Maghrib
Para siswa berkumpul di dalam masjid. Sambil menanti tibanya waktu maghrib, mereka membaca Al-Qur'an bersama-sama di bawah bimbingan beberapa ustadz dengan cara mendengarkan bacaan Al-Qur'an dari kaset kemudian para siswa mengikutinya .
Setelah solat maghrib.
Bagi siswa yang ingin memperdalam tajwid, mereka secara berkelompok – terdiri dari sepuluh siswa – belajar kepada siswa senior .
Di samping adanya kelompok studi Al-Qur'an tersebut diatas, juga terdapat kelompok belajar Al-Qur'an di setiap lorong Asrama yang diadakan seminggu sekali dan dibimbing langsung oleh guru. Demikian pula sebelum memulai pelajaran di kelas, para siswa diharuskan membaca beberapa Ayat.
b. Mewajibkan Hafal Al-Qur'an
Sebagaimana tertera di atas yaitu Pesantren mengharuskan setiap murid sudah hafal beberapa juz tertentu dari Al-Qur'an pada setiap tahun pelajaran.
c. Berbagai cara memberikan motivasi terhadap siswa
Selain dari adanya kelompok studi Al-Qur'an yang di berlakukan oleh Pesantren “Al-Ma’hadul Islami”, terdapat pula berbagai cara guna memberikan motifasi kepada setiap siswa demi tercapainya program Al-Qur'an ini. Sedangkan cara-cara tersebut ialah:
-
Menyelenggarakan perlombaan-perlombaan Al-Qur'an berupa hafalan dan memahaminya.
-
Memberikan hadiah bagi setiap siswa yang telah hafall satu juz di luar kewajibannya mengikuti ketentuan-ketentuan Pelajaran .
-
Mengikutsertakan para siswa dalam berbagai perlombaan Al-Qur'an diluar Pesantren
Program Pengembangan Bahasa Arab
Sebagaimana yang telah diketahui bahwa Bahasa Arab adalah bahasa Al-Qur'an dan bahasa Islam. Seluruh sumber Islam dan disiplin ilmu agama seperti ilmu hadits, tafsir, dan fiqih ditulis dengan bahasa tersebut sehingga Bahasa Arab menjadi kunci utama guna mendalami Islam. Meskipun ada beberapa buku dan kajian yang menggunakan bahasa lain atau diterjemahkan ke pelbagai macam bahasa, namun kami percaya dan memastikan bahwa terjemahan tidak seperti aslinya. Suatu hal yang sering kami saksikan bahwa buku terjemahan sering terjadi perbedaan yang amat jauh dari isi kitab aslinya. Dimana kitab yang asli membahas suatu permasalahan sementara terjemahannya keluar dari permasalah tersebut..
Beranjak dari hal tersebut bagi seorang yang ingin mendalami ilmu-ilmu Islam haruslah membekali dirinya dengan bahasa ini dan khususnya setelah Bahasa Arab menjadi bahasa dunia kedua setelah bahasa Inggris. Berdasarkan hal itu “Al-Ma’hadul Islami” telah menetapkan mata pelajaran bahasa Arab memiliki prioritas tersendiri dari sekian mata pelajaran lainnya, yaitu bahasa Arab hampir menempati seluruh materi, bahkan jam pelajarannya melebihi dari jam-jam mata pelajaran di kelas.
Pesantren berusaha semaksimal mungkin untuk senantiasa menumbuhkan kemampuan siswa dan mengembangkan Bahasa Arab baik secara lisan maupun tulisan dengan membentuk lembaga khusus yang menangani perkembangan Bahasa Arab diluar kelas. Lembaga ini disebut "Lajnah tarqiyah al-lughoh al-arabiyah". Sedangkan yang menanganinya ialah dari seluruh pengajar Bahasa Arab secara khusus dan Asatidzah diniyah secara umum di bawah tanggung jawab kepala Pesantren “Al-Ma’hadul Islami”.
-
Lembaga ini memiliki beberapa program, diantaranya ialah
-
Membentuk lingkungan yang bernuansa Bahasa Arab di dalam Pesantren.
-
Mengembangkan Bahasa Arab kepada siswa dengan mewajibkannya berbahasa di dalam Pesantren.
-
Mengadakan an-Nadi al-Arabi (Club Bahasa Arab) di asrama setiap minggu. Kelompok itu dibagi berdasarkan tempat belajar di asramanya masing-masing dan dibimbing oleh dewan guru.
-
Setiap minggu diadakan latihan pidato berbahasa Arab di masjid secara bergiliran. Latihan pidato ini dilakukan oleh lima siswa secara bergantian.
-
Menyelenggarakan berbagai perlombaan berbasis Bahasa Arab dalam rangka peringatan-peringatan Islam, di antaranya:
a. Lomba Pidato b. Lomba Menulis Maqalah c. Lomba Menghafal syair d. Lomba Tatbiqul qiro’ah
-
Mengadakan diskusi-diskusi bagi tingkatan takhassus dan kelas III tsanawi sebulan sekali.
Berbagai Fasilitas Pesantren Putra
-
Masjid: Terletak di tengah-tengah Pesantren yang digunakan untuk shalat lima waktu dan shalat Jum’at oleh para Santri dan kaum Muslim sekitar Pesantren, sedangkan para imamnya dipilih dari kalangan santri secara bergiliran.
-
Wartel: Sebagai sarana komunikasi para santri dengan para orang tua/ keluarganya.
-
Kantin: Melayani segala kebutuhan santri seperti makanan-minuman, alat-alat tulis, perlengkapan sekolah dan lain-lain.
-
Sarana Internet : Merupakan sarana modern yang sangat membantu kerja Pesantren dalam berhubungan dengan dunia luar. Sarana ini juga sebagai media informasi perkembangan Islam dan ilmu pengetahuan.
-
Perpustakaan : Terletak di lantai dua Masjid YAPI. Perpustakaan ini lengkap dengan berbagai kitab berbahasa Arab, Inggris, Persia dan Indonesia dalam berbagai disiplin ilmu seperti Fiqih dari berbagai mazhab, Adab, Aqidah, Sirah/Tarikh, Tafsir, Mafahim Diniyah dan lain-lain. Perpustakaan ini sering digunakan tempat rujukan oleh mahasiswa dari perguruan tinggi untuk membuat sekripsi atau makalah dll.
-
UKS : Sebuah ruangan yang dikhususkan lagi para santri yang sakit. Ruang istirahat ini dilengkapi dengan beberapa ranjang dan obat-obatan ringan dan ditangani oleh petugas khusus.
-
Lab. Bahasa : Dilengkapi dengan Audio Video dan empat puluh empat tempat duduk dengan peralatan yang moderen dan lengkap. Lab oraturium ini sangat membantu para santri untuk mengembangkan kemampuan berbahasa mereka.
-
Lab. IPA/FISIKA. Berada dalam ruangan tersendiri yang dilengkapi dengan berbagai sarana yang dibutuhkan oleh para santri dalam mengadakan pratikum dan lainnya.
-
Lab. Komputer. Dengan dua puluh perangkat komputer Multimedia. Lab ini sangat menunjang memajukan kemampuan para santri dalam menggunakan komputer setelah mereka menyelesaikan pendidikan di Pesantren
-
Ruang Makan. Dengan dilengkapi meja dan kursi
-
Lapangan Olah raga
| Comments |
|













hebat dah kalau gt.... ternyata, perm...
Ummu Abiha dialah seorang FATIMAH pri...
Bu Purwani, eksistensial itu ada se...
ayo hawzah tunjukkan biah arobiah kal...
aku ingin sekolah di yapi..........kr...