Mu’jizat: Adalah sebuah kebenaran yang hakiki
Sihir: Adalah sebuah ilusi (ketidakbenaran)
Dalam dua hal ini manusia sering tertipu di dalam cara berpikirnya sehingga menganggap mu’jizat merupakan sihir atau sebaliknya. Maka dari itu sangatlah penting untuk membahasnya.
Sering manusia bertanya: “Bagaimana kalian (Islam) meyakini bahwa yang dilakukan Nabi itu mu’jizat bukan sihir?”
Untuk menjawabnya perlu dengan beberapa perbedaan:
Jawaban 1: di dalam sihir yang terjadi bukan hal yang nyata, dan sesungguhnya tidak ada sesuatu diluar, kita katakan orang sihir bisa menghilangkan sesuatu…akan tetapi dia hanya merubah pandangan mata yang melihat sehingga bisa menghayalkan. Dia itu sebenarnya tidak hakiki.
Akan tetapi halnya mu’jizat, kita akan melihat bukti yang begitu nyata ketika Nabi Musa as. Yang hanya melemparkan tongkat beliau dan memakan ular sihir mereka, dan ini fakta. Di dalam Al-Qur’an menceritakan:
“Musa menjawab, “Lemparkanlah (terlebih dahulu)!” Maka tatkala mereka melemparkan, mereka menyulap mata orang dan menjadikan orang banyak itu takut, serta mereka mendatangkan sihir yang besar (menakjubkan)”. (Al-A’raf:116)
“Musa berkata: “Silahkan kamu sekalian melemparkan.” Maka tiba-tiba tali-tali dan tongkat-tongkat mereka, terbayang kepada Musa seakan-akan ia merayap cepat lantran sihir mereka.” (Thaha:66)
Dan sesungguhnya bukan hanya kita saja yang meyakini mu’jizat akan tetapi para penyihir itu meyakini hal tersebut. Dan ketika Allah berkata pada Musa as. dalam surat Thoha 68-70:
“Kami berkata, “Janganlah kamu takut, sesungguhnya kamulah yang paling unggul (menang). Dan lemparkanlah apa yang ada di tangan kananmu, niscaya ia akan menelan apa yang mereka perbuat. Sesungguhnya apa yang mereka perbuat itu adalah tipu daya tukan sihir (belaka). Dan tidak akan menang tukan sihir itu, dari mana saja ia datang. Lalu tukang-tukang sihir itu tersungkur dengan bersujud, seraya berkata, “Kamu telah percaya kepada Tuhan Harun dan Musa”.
Jawaban 2: Sesungguhnya untuk menciptaka sihir itu ada mantranya. Artinya butuh dengan beberapa hal seperti: bertapa, gambar, tulisan, dll. Akan tetapi di dalam bidang Mu’jizat, Nabi tidak butuh dengan hal-hal seperti itu lagi. Cukup dengan keinginan Nabi untuk terwujudnya mu’jizat dengan izin Allah SWT.
Jawaban 3: Sesungguhnya mu’jizat tidak bisa dikalahkan oleh siapapun dan sesuatu apapun. Sekali lagi dengan kehendak Nabi dan pasti terwujud. Tidak ada yang bisa mengalahkannya dan menghalanginya. Karena itu muncul dari sumber Ilahi. Dan sesungguhnya perkara dalam sihir bukan seperti mu’jizat. Artinya ia bisa dikalahkan dengan perantara Nabi mereka dikalahkan.
Jawaban 4: Sesungguhnya sihir dianggap dari ilmu-ilmu dan sangat mungkin manusia bisa mempelajarinya. Dengan pelajaran dan pelatihan yang dengan malaluinya orang bisa menjadi tukang sihir. Akan tetapi kekuatan untuk mu’jizat tidak membutuhkan pelajran dan pelatihan dan itu merupakan karunia Allah yang diberikan kepada orang tertentu yang telah dipilihnya.
Dari jawaban itu semua kita bisa mengetahui dengan jelas perbedaan sihir dan mu’jizat. Dan sesungguhnya yang dilakukan Nabi benar-benar mu’jizat. Semoga Allah melindungi kita semua. Amin.
| Comments |
|













hebat dah kalau gt.... ternyata, perm...
Ummu Abiha dialah seorang FATIMAH pri...
Bu Purwani, eksistensial itu ada se...
ayo hawzah tunjukkan biah arobiah kal...
aku ingin sekolah di yapi..........kr...