Berakhir sudah penantian panjang sebagian kalangan yang ingin melihat sebuah program khusus dan serius yang bergerak di bidang pendalaman agama yang sarat ajaran-ajaran Ahlul bait a.s. Iya, program yang dinanti-nanti tersebut telah lahir dengan nama Hawzah Ilmiah “IMAM SHADIQ a.s”. Program ini digulirkan oleh YAYASAN PESANTREN ISLAM (YAPI), Bangil-JATIM. Salah satu rangkaian pembukaan program ini adalah khataman Quran yang dilakukan oleh para santri Hawzah putra yang saat ini berjumlah 40 orang. Khataman yang berlangsung di Masjid Ats-Tsaqalain ini dilaksanakan untuk mengharap dan menciptakan suasana awal yang maknawi, mendoakan para ulama khususnya Pendiri YAPI, Al-Marhum Ustadz Husain Al-Habsyi, serta mengharap inayah Sohibuz Zaman (Ajjalallah Ta’ala Farajahu Syarif) supaya program ini berjalan sukses sebagaimana yang direncanakan, begitulah harapan Ustadz Ali Umar Al-Habsyi selaku Mudir Hawzah.
Pada acara khataman yang dilakukan pada hari Rabu, 20-Rajab-1429 H / 23 Juli-2008 tersebut, Ustadz Muhammad bin Alwi memberikan wejangan-wejangan bagi santri-santri Hawzah. Berikut ini petikan dari ceramah beliau tersebut:
Hawzah ini dibuka guna memfasilitasi mereka yang ingin fokus dalam pelajaran agama. Hanya saja perlu ditekankan di sini, program apapun itu namanya, siapapun gurunya atau fasilitas mutakhir apapun yang dipakai, tidak akan banyak membantu untuk menyampaikan kita kepada pendalaman ilmu-ilmu agama jika kita sendiri sebagai penuntut ilmu tidak memiliki semangat untuk belajar. Para malaikatpun sebagaimana dalam hadis akan menghamparkan sayapnya untuk pelajar, tidak akan banyak berguna, jika kitanya bermalas-malasan.Karena itu, semua dimulai dari kita sendiri, bahwa saya datang ke Hawzah ini untuk belajar agama. Dengan demikian jika mereka yang ada di Hawzah kemampuan agamanya sama dengan yang ada di Diniyah, berarti itu sebuah kerugian, karena mereka yang di Diniyah memiliki poin plus berupa pelajaran umum. Oleh karena itu sekali lagi kunci dari segalanya adalah SEMANGAT dan KERAJINAN.
Dalam sebuah buku disebutkan bahwa ilmu pernah berkata: اعطنی کلک اعطک بعضي Ilmu berkata:”berikan seluruh yang Anda punya; waktu, tenaga, pikiran, konsentrasi dan yang lainnya, maka aku akan memberikan sebagian kepadamu”. Artinya kalau kita tidak memberikan segalanya (setengah-setengah) maka jangan berkhayal kita akan menjadi seorang yang berilmu. Oleh karena itu, pergunakanlah waktu, masa muda dan kemampuan anda untuk melahap ilmu, karena tidak semua orang memiliki kesempatan seperti anda.
Dan hal itu dimulai dari sekarang, kita harus menata dari sekarang, karena jika bidayahnya (awal) kurang sempurna maka dikhawatirkan nihayahnya (akhir) akan demikian. Sebagaimana kita juga jangan berkhayal terlalu tinggi, membayangkan hal yang muluk-muluk. Ini bukan berarti kita tidak boleh berandai-andai, tetapi hendaknya dalam batas kewajaran yang dapat dikejar.
Apa target anda di Hawzah????? Untuk mendalami agama atau memahami bahasa Arab. Contoh target ini dapat diwujudkan dengan semangat dan kerajinan anda. Dan tentu hal ini tidak cukup dengan hanya duduk di kelas, harus dilakukan usaha ekstra di luar kelas oleh anda sendiri dengan menghafal kosakata, membaca, mendengar cd-cd atau berita-berita berbahasa Arab, dan berani (tidak takut salah) untuk berbicara bahasa Arab yang menjadi kunci kesuksesan orang mempelajari sebuah bahasa. Siapapun yang sedang mempelajari sebuah bahasa tapi dia takut salah maka mustahil dia akan bisa berbicara dan menguasai bahasa tersebut. Selain itu semua orang juga melakukan kesalahan, dan kesalahan di sini, di depan kawan dan guru (yang sama-sama belajar dan memang untuk mengoreksi) jauh lebih baik dari pada kita salah kelak di depan khalayak ramai.
Kalau target kita di Hawzah untuk mendalami khazanah-khazanah ilmu agama juga demikian, jangan sampai kita khayal ingin tahu tafsir Quran dengan hanya duduk mendengar ustad mengajar di kelas. Ini jelas tidak cukup, hanya satu jam di kelas. Anda harus memperluas di luar kelas dengan membaca buku-buku yang lain, tahqiq dan seterusnya. Jika masih belum lancar bahasa Arabnya hendaknya membaca buku-buku berbahasa Indonesia. Kalau mereka yang diniyah mungkin agak sulit melakukannya karena ada pelajaran umum; matematika, fisika dan yang lainnya tapi di Hawzah, tidak. Ini berarti pelajar Hawzah harus sering merujuk kepada perpustakaan baik perpustakaan buku atau perpustakaan elektronik yang insya Allah akan disediakan.
Selain itu rajin mencatat segala hal, bahkan saya anjurkan anda semua untuk memiliki BUKU TEBAL untuk mencatat kajian-kajian, ringkasan-ringkasan ceramah, ayat-ayat atau hasil muthalaah. Di mana buku ini akan menjadi pusaka kita kelak nanti di rumah yang kita dapat gunakan sewaktu-waktu.
Di luar dari semuanya itu ada hal yang ingin saya tekankan betul-betul di sini, saat kita memasuki Hawzah maka kita harus memiliki akhlak orang-orang Hauzawi. Jangan sampai kita menjadi pelajar di sana namun tindakan kita mencoreng nama baik Hawzah. Jangan sampai pelajar Hawzah tawuran, berkelahi, urakan, dan yang lain.
Selanjutnya belajar ini selalu diliputi oleh kekurangan. Tidak ada program yang sempurna, di manapun kita berada dan di Hawzah manapun. Oleh karena itu, Jangan sampai karena kekurangan itu anda malas belajar. Cepat sampaikan ke pengurusnya. Jika kita bicara di luar dan bukan kepada pengurusnya itu tidak akan menyelesaikan masalah. Malah akan menambah masalah. Dan insya Allah para pengurus Hawzah akan berlapang dada menerima kritikan dan saran anda demi untuk kemajuan dan perkembangan yang lebih baik.
Dan terakhir, untuk lebih mempermulus kesuksesan anda sekalian perbanyaklah membaca shalawat. Juga rajin membaca atau menghafal al-Quran. Dan insya Allah dalam program ini nantinya kita akan adakan tahfidzul Quran. [Gema Hawzah/M.s]
| Comments |
|
|
|
|














akh crank nie.... gnti dunk ftonye.....
semoga saya muridnya yang masih menit...
Assalamu\\\'alaikum Yang...
apa saja ekskul kesenian di YAPI?
assalamu\'alaikum,, apa saja eks...