Salah satu ciri khas Pesantren Al-Ma'hadul Islami adalah keberadaan Madrasah Diniah di lingkungan pesantren sebagai sekolah yang berupaya memberikan pendidikan dan pembinaan siswa-siswi untuk mengenalkan serta mengamalkan ajaran-ajaran agama. Agama tidak hanya diajarkan tetapi juga ditanamkan dalam kepribadian para siswa-siswi agar dapat dihayati dan diamalkan dalam kehidupan mereka.
Program-program Madrasah Diniah
Program diniah terdiri dari dua program: pertama, program pendidikan intensif di sekolah. Kedua, program ekstrakurikuler sebagai program penunjang dan pelengkap program terdahulu.
1. Program Sekolah Diniah
Sekolah Diniah mengembangkan dua bentuk pendidikan agama:
Pertama: Program Diniah Campuran
Program diniah campuran, yaitu program pendidikan yang diperuntukan bagi para siswa-siswa yang juga aktif belajar pendidikan umum. Disamping pelajaran-pelajaran umum, para siswa-siswi SMP dan SMU Al-Maha'dul Islami juga diberikan bekal materi-materi agama. Program ini terdiri dari tiga tingkatan, yaitu tingkat Mutawasit, tingkat Tsanawi, dan Tamhidi yang masing-masing ditempuh selama enam semester atau tiga tahun pelajaran.
a. Mutawasit
Tingkat Mutawasit diperuntukan bagi siswa yang baru lulus dari SD dan belum memiliki dasar-dasar keagamaan dan bahasa Arab. Dalam kurikulum keagamaan dan bahasa Arab, tingkat Mutawasit al-Ma'hadul al-islami jelas lebih tinggi dari tingkat Tsanawiyah, bahkan setara dengan Aliyah di sekolah-sekolah lain. Di tingkat ini, para siswa diberikan materi bahasa arab dasar dari semester pertama sampai semester akhir (semester enam). Para siswa diajarkan sedemikian rupa agar mampu menguasai bahasa, baik secara pasif maupun aktif. Pada semester lima dan enam, bahasa arab akan menjadi bahasa pengantar resmi materi-materi agama dengan harapan dapat membiasakan siswa memahami penjelasan dan berdialog dengan bahasa arab dalam tulisan maupun lisan. Khusus bagi siswa baru yang duduk di kelas satu Mutawasit, ada hafalan kosa kata bahasa Arab. Disamping bahasa Arab, siswa juga mendapat pelajaran mangaji al-Qur'an dan tajwidnya serta hafalan surat-surat pilihan al-Qur'an.
| No | Kelas Satu | Kelas Dua | Kelas Tiga |
|
| Materi | Materi | Materi |
| 1 | Al-Quran | Al-Quran | Aqidah |
| 2 | Aqidah | Aqidah | Bhs. Arab |
| 3 | Bhs.Arab | Bhs.Arab | Fiqh |
| 4 | Fiqh | Fiqh | Nahwu |
| 5 | Sharaf | Nahwu | Sharaf |
| 6 | Tajwid | Sharaf | Tauiyah/Akhlaq |
| 7 | Tauiyah/Akhlaq | Tauiyah/Akhlaq |
|
Catatan
Di tingkat Mutawasit ini, siswa diharuskan menghafar dua juz Al-Quran, yaitu juz ke 29 dan 30
b. Tsanawi
Setelah lulus dari Mutawasit, siswa dapat mengikuti pelajaran di tingkat Tsanawi secara lebih mendalam lagi sebagai kelanjutan dari materi agama yang sudah diperoleh di tingkat sebelumnya. Di tingkat Tsanawi, materi bahasa arab dan keagamaan semakin diperdalam lagi. Harapan sekolah Diniah adalah para siswa setelah lulus dari tingkat Tsanawi, yang secara umum juga lulus dari tingkat SMU, tidak hanya mengerti agama, melainkan juga dapat berbagi ilmu agama kepada masyarakat, bahkan sudah memiliki kesiapan secara keilmuan untuk melanjutkan pendidikan agama ke tingkat yang lebih tinggi di luar negeri. Bagi alumnus Tsanawi yang ingin melanjutkan pendidikan di sekolah tinggi, ilmu agama yang sudah didapatkan juga sangat bermanfaat sebagai dasar pembentukan kepribadian yang religius sekaligus mengerti bidang keilmuan lain.
| No | Kelas Satu | Kelas Dua | Kelas Tiga |
|
| Materi | Materi | Materi |
| 1 | Bhs.Arab | Bhs.Arab | Bhs.Arab |
| 2 | Sirah | Sirah | Mantiq |
| 3 | Fiqih | Fiqih | Fiqih |
| 4 | Aqidah | Aqidah | Aqidah |
| 5 | Nahwu | Nahwu | Nahwu |
| 6 | Hadis | Tafsir | Tafsir |
| 7 | Tauiyah /Akhlaq | Tauiyah/Akhlaq | Tauiyah/Akhlaq |
Catatan
Di tingkat Tsanawi ini, siswa diharuskan menghafal dua juz Al-Quran, yaitu juz 27 dan 28
c. Tamhidi
Untuk siswa baru yang masuk sekolah SMU Al-Ma'hadul Islami yang tidak pernah mengikuti pendidikan Mutawasit Al-Ma'hadul Islami, Madrasah Diniah menyiapkan program pendidikan yang lebih padat, yang disebut dengan kelas Tamhidi. Kelas Tamhidi dikhususkan bagi lulusan SMP luar yang belum memiliki atau minim pengatehuan keagamaannya. Dengan program Tamhidi ini, mereka diusahakan dapat menguasai bahasa Arab dan materi-materi agama semaksimal mungkin agar setelah lulus memiliki wawasan keagamaan, penguasaan bahasa Arab sebagai alat untuk mendalami agama lebih lanjut, atau kesiapan untuk melanjutkan pendidikan agama di luar negeri apabila mencapai prestasi luar biasa.
| No | Kelas Satu | Kelas Dua | Kelas Tiga |
|
| Materi | Materi | Materi |
| 1 | Al-Quran | Al-Quran | Tafsir |
| 2 | Bhs.Arab | Bhs.Arab | Bhs.Arab |
| 3 | Fiqih | Sirah | Mantiq |
| 4 | Aqidah | Fiqih | Fiqih |
| 5 | Nahwu | Aqidah | Aqidah |
| 6 | Shorof | Nahwu | Nahwu |
| 7 | Tauiyah | Shorof | Tauiyah |
| 8 |
| Tauiyah |
|
Waktu Belajar
Pelajaran Diniah dimulai jam 07.00 sampai 09-15 (09-30 sampai 14-30 pelajaran umum SLTP/SMU)
Materi Ekstrakurikuler
Disamping materi-materi keagamaan yang diberikan di pagi hari, Madrasah Diniah juga mengadakan kajian-kajian keagamaan dalam bentuk paket yang diadakan seminggu sekali di sore hari dengan materi keagamaan semisal Ulum Al-Qur'an, Tafsir, Praktek Fikih, Logika, Musthalah Hadis, Akidah, Aliran Kalam, Pengenalan dasar filsafat, dll.
Kedua: Program Diniah Murni
Program Takhasus.
Program Diniah Murni, yang disebut juga program Takhasus, yaitu program yang dikhususkan bagi siswa yang ingin mendalami materi-materi agama secara lebih khusus dan mendalam sebagai bidang spesialisinya. Program spealisasi ini sendiri dibagi menjadi tiga tingakatan, yaitu tingkat pertama, dua, dan tiga Takhassus.
Diadakan program Takhasus sebagai upaya pengembangan dan peningkatan wawasan dasar keislaman yang telah diraih di Pendidikan SLTP dan SMU secara khusus. Pendidikan Takhasus ini memberikan peluang kepada siswa yang berminat mengembangkan wawasan keislaman dengan metode komparatif dan kritis secara lebih mendalam.
Materi kajian pendidikan ini disusun dalam suatu kurikulum yang diberikan dalam jangka 5 (lima) tahun. Untuk tiga tahun pertama tingkat PRA TAKHASUS yang dikhususkan bagi peserta didik dari lulusan setingkat SLTP/MTS dan SMU/ALIYAH yang belum menguasai tata Bhs. Arab dan ilmu-imu keagamaan lainnya. Sementara tiga tahun berikutnya berada di tingkat TAKHASUS sebagai kelanjutan dari lulusan SMU Plus “Al-Ma’hadu Islami” YAPI dan lulus Tes penentuan.
Materi yang diberikan adalah ilmu-ilmu alat (basic Science) Bahasa Arab, mantiq/logika, Aqidah, falsafah, Tafsir, Hadis, Figh Muqaran, Peradaban Islam sebagai fokus. Dan Bhs Inggris serta Komputer sebagai pelajaran Minor.
Karena materi-materi agama yang diberikan di tingkat Tsanawi al-Ma'hadul Islami sudah mencukupi untuk melanjutkan jenjang pendidikan berikutnya di tingkat Takhasus, para siswa yang lulus dari program tingkat Tsanawi di sekolah Diniah al-Ma'hadul Islami dapat memilih program Takhasus sebagai tingkat pendidikan berikutnya.
Sedangkan bagi mereka yang bukan alumnus Tsanawi al-Ma'hadul Islami dan tidak memiliki kesiapan dalam materi agama yang cukup serta berkeinginan untuk masuk tingkat Takhasus, Madrasah Diniah menyediakan kelas I'dadi, yaitu kelas persiapan menjelang masuk Takhasus selama empat semester. Materi yang dominan dalam kelas I'dadi adalah disiplin ilmu yang berkaitan dengan bahasa Arab. Disamping bahasa arab, juga disediakan materi fikih, akidah, dll sekedar pengantar
| Comments |
|














akh crank nie.... gnti dunk ftonye.....
semoga saya muridnya yang masih menit...
Assalamu\\\'alaikum Yang...
apa saja ekskul kesenian di YAPI?
assalamu\'alaikum,, apa saja eks...