Ahad (16/08) – YAPI Bangil kembali menggelar sebuah acara besar. Kali ini bertempat di YAPI Putra, Ds. Kenep – Beji –Pasuruan, diadakah peringatan Khaul Ust. Husein Al-Habsyi yang ke-15. Ini adalah acara rutin tahunan yang dihelat secara besar-besaran. Peringatan hari wafat Pendiri Ponpes YAPI ini menjadi sekaligus menjadi ajang silaturahmi alumni YAPI, Wali Murid, serta pecinta Almarhum baik di wilayah kota Bangil maupun dari luar daerah.
Pukul 9.00 WIB acara dimulai dengan pembacaan Surat Yasin dan Tahlil yang dilanjutkan dengan sambutan dari berbagai pihak. Diantara yang hadir dan memberi sambutan pagi itu adalah Bpk. Kapolwil Malang, Kombes. Pol. Drs. Rusli Nasution, Kemudian Bpk. Bupati Pasuruan, H. Dade Angga.
Dalam sambutannya, Kapolwil Malang dan Bupati Pasuruan menyinggung masalah keamanan regional sampai nasional yang menjadi tanggung jawab bersama. Dan ajakan agar masyarakat bersama-sama mewujudkan situasi yang kondusif di wilayah Pasuruan, serta mewaspadai upaya terorisme yang mengguncang Negara tercinta ini.
Memasuki acara inti berupa ceramah agama disampaikan oleh Ust. Muhammad Bin Alwi. Mengawali khutbah beliau mengutip ketinggian derajat seorang Ulama baik dalam Al-Qur’an dan Hadits Nabi. Allh telah menentukan bahwa orang-orang berilmu memiliki derajat yang lebih tinggi di sisi-Nya. Dalam sebuah hadits disebutkan, bahwa kelak ketika Ulama’ dan ‘Abid bertemu di Sirath Allah berfirman agar si Abid masuk ke dalam Surga, adapun Ulama’ Allah member izin padanya untuk member syafa’at kepada siapapun yang dikehendaki, demikianlah tingginya seorang Ulama’ di mata Islam. Namun, ketinggian derajat itu akan berbalik ketika seorang Ulama’ tidak lagi menjalankan misi para Nabi, melainkan mementingkan keperluan partainya, kelompoknya, atau madzhabnya.
Beliau menjadikan Almarhum sebagai contoh teladan seorang Ulama’ yang dalam sejarah hidupnya telah membuktikan akan keilmuan, kesabaran, dan kesungguh-sungguhan beliau dalam menyiarkan syari’at Islam ini. Ciri lain dari Alm Ust. Husein Al-Habsyi adalah keindahan akhlaq yang beliau praktekkan, bahkan terhadap orang-orang yang tidak sependapat dengan beliau.
Ust. Muhammad mengingatkan dengan sebuah hadits, “Janganlah kalian sembarangan duduk dengan semua orang ‘Alim kecuali yang mengajak kalian dari 5 hal menuju 5 hal. Dari keraguan menuju keyakinan, dari Riya’ menuju Ikhlas, dari dikuasai dunia menjadi zuhud, dari kesombongan menuju tawadhu’”. Beliau melanjutkan dengan definisi kesombongan yang jika setitik dari kesombongan itu ada dalam hati kita niscaya tidak akan masuk ke dalam surga. Kesombongan yang sebenarnya adalah “Menolak kebenaran dan meremehkan manusia.”
Oleh karena itu tidak selayaknya apabila seorang Ulama’ berbicara di atas mimbar yang mulia kemudian menimbulkan kemarahan ummat untuk berkelahi sesamanya. Akan tetapi mimbar-mimbar Islam harus digunakan untuk menyampaikan sesuatu yang menyejukkan ummat, memahamkan ummat akan Islam-nya, dan mempersatukan ummat apabila terjadi perselisihan
Beliau juga mengingatkan hal yang selalu diperjuangkan oleh Almarhum agar dalam masyarakat Islam bias diwujudkan saling memahami, tidak meremehkan, dan mendahulukan Islam diatas kepentingan pribadi dan kelompok.
Acar a Khaul Ust. Husein Al-Habsyi ini setiap tahun selalu digunakan sebagai ajang silaturahmi alumni, wali murid, serta pecinta beliau dari sekitar Bangil maupun luar daerah. Sebagaimana tahun-tahun terdadulu, hari peringatan Khaul ini juga sebagai hari penutupan kegiatan Belajar menyambut libur Ramadhan. Selesai acara, sekitar pukul 13.00 WIB segenap siswa YAPI diizinkan untuk
| Comments |
|















akh crank nie.... gnti dunk ftonye.....
semoga saya muridnya yang masih menit...
Assalamu\\\'alaikum Yang...
apa saja ekskul kesenian di YAPI?
assalamu\'alaikum,, apa saja eks...