
Ahad (27/12), Bertepatan dengan 10 Muharram 1431 H. yang dikenal juga dengan hari Asyura’, hari ketika Imam Husein as –cucu Nabi SAW.- syahid di padang Karbala’. Telah menjadi agenda rutin Yayasan Pesantren Islam (YAPI) setiap tahun memperingati hari wafat beliau. Menurut Ust. Abd. Aziz sebagai ketua PHBI-YAPI, pada awalnya peringatan Asyura’ ini hanya diadakan internal untuk santri YAPI. Namun beberapa tahun terakhir semakin banyak kaum Muslimin yang ingin ikut serta mengenang syahadah cucu Nabi SAW ini.
Kegiatan ini berpusat di Masjid Tsaqalain – YAPI Putra. Sejak pukul 08.45 WIB. para tamu undangan mulai berdatangan memenuhi bagian dalam Masjid. Lantunan pembacaan Surat Yasin dan Tahlil pun mulai berkumandang sebagai pembuka acara. Dalam sekejap Masjid telah dipenuhi oleh undangan yang sebagian mengenakan pakaian hitam sebagai tanda duka cita atas peristiwa tragis yang menimpa keluarga Nabi SAW. Sebuah peristiwa yang lebih tepat disebut sebagai “Pembantaian” ketimbang “Peperangan”, begitu ungkap Ust. Ahmad Alaydrus sebagai Pembawa Acara.
Setelah pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an, derai air mata hadirin mengiringi Sya’ir ratapan atas musibah besar tersebut membuat suasana semakin haru. Beberapa kelompok dari santri YAPI bergantian tampil membawakan sya’ir-sya’ir duka. Hingga sampai pada inti acara, Ust. Muhammad bin Alwi memberikan ceramahnya. Beliau menegaskan bahwa meskipun setiap tetes air mata itu punya nilai besar, tapi Asyura’ tidak cukup dengan tangisan saja. Ini adalah saat dimana kita mulai harus berdialog dengan diri kita masing-masing. Sudahkah kita layak menjadi pengikut Al-Husein as.? Meskipun kita tidak berada di zaman yang sama dengan beliau, tapi kita masih bisa bersama beliau dengan cara mengikuti apa yang beliau inginkan. Beliau keluar untuk menegakkan Ma’ruf dan mencegah Munkar. Kita pun harus mulai membenahi pribadi dan keluarga kita dengan kebaikan serta mencegah dari kemunkaran.
Lebih lanjut beliau menegaskan, tujuan Imam Husein as. Keluar adalah untuk mencari Ishlah pada umat kakek beliau (Rasul Muhammad SAW). Maka setiap kita yang memperingatai peristiwa ini harus dengan semangat untuk mencari perbaikan dan perdamaian di tengah-tengah umat kakek Al-Husein as. Tanpa harus mengkritik kelompok atau pribadi manapun, Kita sendiri harus berpikir sudahkah kita berbuat sesuatu yang bermanfaat untuk umat ini, bukan sebaliknya malah membuat hal-hal yang merusak.
Akhir dari acara adalah pembacaan sejarah syahadah Imam Husein as. oleh Ust. Abdillah Ba’bud. Kilas balik Asyura’ ketika Imam Husein as. tidak bisa hidup berdiam diri sementara kemungkaran sedang terjadi. Hingga akhirnya beliau memutuskan untuk berjuang melawan kemungkaran itu meskipun hanya ditemani kaum kerabat dan segelintir dari sahabat beliau. Maka bertemulah rombongan keadilan ini dengan 30.000 pasukan di Karbala’. Setelah tercekik kehausan selama 3 hari akibat diboikotnya sungai Furat (Efrat), dan setelah satu per satu keluarga dan sahabat Imam Husein di habisi, menjelang sore tepat tanggal 10 Muharram 61 H. Sang Cucu Nabi harus menghembuskan nafas terkahir menuai syahadah akibat ratusan sabatan pedang, panah, tombak yang mengenainya, dan diakhiri dengan pemenggalan kepala putra Sayyidah Fatimah as ini.
Setelah shalat Dzuhur berjama’ah dan membaca do’a ziarah Imam Husein as. acara pun berakhir. Lebih dari 2000 hadirin mulai meninggalkan Pesantren YAPI pada pukul 13.15 WIB. Secara umum acara berjalan dengan baik dan lancar, pihak keamanan dari Kepolisian maupun Hansip setempat sangat membantu menjaga ketertiban sebelum maupun selama acara berlangsung.
Galeri Foto Asyura' silahkan klik di sini...
| Comments |
|
|
|














akh crank nie.... gnti dunk ftonye.....
semoga saya muridnya yang masih menit...
Assalamu\\\'alaikum Yang...
apa saja ekskul kesenian di YAPI?
assalamu\'alaikum,, apa saja eks...